Perikanan/Pertanian/Perkebunan

Cari Blog Ini

Senin, 23 Januari 2012

KOMUNIKASI DAN MODEL ADOPSI TEKNOLOGI


Indra sebagai alat komunikasi
     Kehidupan manusia tidak terlepas dari aktivitas komunikasi, karena komunikasi dalam prosesnya merupakan bagian yang integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial masyarakat. Dari semenjak dulu komunikasi merupakan bagian yang tak terlepas dari kehidupan manusia, bahkan sejak sebelum pra sejarahpun komunikasi merupakan kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh manusia. Contoh konkrit bagaimana manusia berkomunikasi lewat isyarat, bahasa, alat-alat menyampaikan pesan serta berbagai macam artefak yang isinya menyiratkan tentang bentuk komunikasi kepada orang lain. Baik dalam bentuk komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal kerap dilakukan. Kadang-kadang kita tak menyadari bahwa apa yang sedang kita lakukan adalah bentuk komunikasi, apalagi manusia zaman dahulu, mereka belum mengetahui bahwa sesungguhnya apa-apa yang dilakukannya zaman dulu itu merupakan bentuk-bentuk komunikasi. Dengan demikian kita perlu menelaah apa sebenarnya komunikasi  dan definisnya menurut sebagian para ahli komunikasi.
        Parwito dan C Sardjono (1994 : 12) mencoba mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses dengan mana suatu pesan dipindahkan  dari suatu sumber kepada penerima dengan maksud mengubah perilaku, perubahan dalam pengetahuan, sikap dan atau perilaku overt lainnya. Sekurang-kurangnya didapati empat unsur utama dalam model komunikasi yaitu sumber (the source), pesan (the message), saluran (the channel) dan penerima (the receiver).
Menurut Parwito bahwa lahirnya komunikasi didasarkan atas proses pemindahan pesan dari komunikator kepada penerima pesan sehingga diharapkan penerima pesan dapat merubah sikap, serta pengetahuannya. Dengan demikian menurut Parwito, jika perubahan itu terjadi maka proses komunikasi berjalan sesuai dengan Yang diinginkan oleh komunikator.
Tidak berbeda jauh dengan Parwito, Wilbur Schramm menyatakan komunikasi adalah sebuah pertukaran informasi dari komunikator kepada penerima pesan dengan proses informasi yang diberikan sehingga melahirkan ide atau sikap terhadap komunikator maupun penerima pesan, lebih jauh Wilbur schramm menjelaskan bahwa komunikasi sebagai suatu proses berbagi (sharing process). Selanjutnya W Schramm menguraikannya sebagai berikut :
Komunikasi berasal dari kata-kata (bahasa) Latin communis yang berarti umum (common) atau bersama. Apabila kita berkomunikasi, sebenarnya kita sedang berusaha menumbuhkan suatu kebersamaan (commonnes) dengan seseorang. Yaitu kita berusaha berbagai informasi, ide atau sikap. Karena menyampaikan ide pada hakekatnya adalah sebuah komunikasi agar antara komunikator dan penerima pesan memiliki pengertian (pemahaman) yang sama terhadap pesan tertentu (Suprapto,2006).
     Dalam pelaksanaannya komunikasi adalah sebuah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain, melalui penggunaan simbol-simbol berbentuk kata-kata, angka-angka, sehingga komunikasi akan menjelaskan, siapa, dengan saluran apa dan kepada siapa?, dengan akibat apa dan hasil apa?, seperti yang dijelaskan oleh Lasswell (1960) menurutnya komunisi akan menjelaskan (Who? Says what? In Which channel? To Whom? With what effect?.
    Terkadang kita menyadari bahwa komunikasi yang kita terapkan belum berjalan sesuai apa yang diharapkan terlebih dalam adopsi teknologi, sehingga pelaksanaannya perlu efektivitas yang jelas dimana efektivitas komunikasi adalah sejauhmana pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat  dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dalam berkomunikasi. Dengan demikian akan tercapai efesiensi komunikasi dimana tujuan-tujuan yang akan kita capai akan menghasilkan capaian-capaian yang optimum dalam berkomunikasi, dikarena komunikasi yang kita jalankan dilakukan dengan cara yang baik dan benar menurut tujuan yang kita harapkan.
       Untuk mencapai efektifitas komunikasi yang baik maka kita perlu melakukan tahapan-tahapan komunikasi yang baik  , saya akan memberi gambaran salah satu proses komunikasi dalam tahapan adopsi teknologi pada kelompok tani antara lain :
Tahap menggugah kesadaran , yaitu komunikator harus mampu menggugah penerima pesan agar tertarik oleh apa-apa yang kita sampaikan sehingga komunikator perlu menyampaikan informasi yang menarik untuk disimak, dan tidak sebaliknya yaitu memberikan informasi yang monoton dan menjenuhkan.
Tahap menaruh perhatian.,Jika komunikator berhasil memberikan informasi yang inovatif dan situasi yang cair serta membuat penerima pesan akan tergugah dan akan tertarik perhatiannya terhadap pesan yang kita berikan kepadanya.
Tahap Evaluasi, pada tahapan ini komunikator diharapkan mengevaluasi terhadap pesan  yang telah diberikan kepada penerima pesan, dan sebaliknya penerima pesan berusaha akan meninstrospeksi dirinya serta dapat mengevaluasi proses adopsi teknologi yang diberikan oleh komunikator.
Tahap mencoba, jika proses komunikasi telah berjalan dan telah disampaikan oleh komunikator serta telah dievaluasi  selanjutnya teknologi yang telah disampaikan ada baiknya untuk dicoba dilaksanakan sesuai dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator.
Tahap adopsi, apabila seluruh proses teknologi yang telah disampaikan oleh komunikator telah berjalan sesuai dengan yang telah diharapkan maka langkah selanjutnya komunikator harus meyakinkan bahwa dirinya telah dapat menyampaikan sampai tahapan adopsi, karena hal ini merupakan bukti keberhasilan komunikasi yang disampaikan oleh komunikator terhadap petani sebagai penerima pesan. Sebab inti dari penyampaian pesan adalah perubahan sikap, perilaku dan keterampilan dari petani sebagai penerima pesan.
Seperti diuraikan diatas bahwa komunikasi adalah salah satu upaya untuk menyampaikan suatu pesan kepada orang lain agar pengetahuan, sikap dan keterampilan dari penerima pesan akan meningkat. Maka oleh sebab itu komunikasi yang efektif perlu memiliki unsur-unsur diantaranya komunikator yang handal, saluran yang baik, dan penerima pesan yang sungguh-sungguh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar