Perikanan/Pertanian/Perkebunan

Cari Blog Ini

Minggu, 31 Agustus 2014

KEGIATAN PERKEMAHAN WIRAKARYA KE III SUMATERA SELATAN TAHUN 2014


Kontingen Kwartir Gerakan Pramauka Cabang Ogan Komering Ilir
Perkemahan Wirakarya (PW) merupakan ajang perkemahan para pramuka penegak dan pandega dalam mengembangkan minat dan bakatnya serta upaya pengabdian terhadap masyarakat lewat kerjabakti dan gotongroyong untuk pembangunan sosial, mental serta infrastruktur yang ada di daerah  sekitar perkemahan diadakan. 
Perkemahan Wirakarya (PW) ke III dilaksanakan di Bumi Perkemahan Air terjun Temam Lubuk Linggau Sumaera Selatan. Yang diikuti sekitar 2000 peserta tersebut yang terdiri dari utusan para pramuka penegak dan pandega seluruh Kwarcab di Sumatera Selatan serta panitia juga stakeholder yang ada di kotamadya Lubuk Lingau itu dimulai dari tanggal 22 Agustus sampai tanggal 28 Agustus tahun 2014. 
Kegiatan yang utama yang dilaksanakan adalah kerja bakti dan pengamdian kepada masyarakat berupa, perbaikan dan pengecatan tempat ibadah, perbaikan gotong-gorong, kebersihan kota serta tempat wisata serta berbagai macam lomba. 
Selain Kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega, juga diselenggarakan kegiatan Pinkoncab dan Bindamping berupa kegiatan lokakarya. 

Foto
Penanaman pohon kelapa oleh Kamabicab Kotamadya Lubuk Linggau (SN Prana Putra Sohe)


Senin, 10 Maret 2014

PEMBANGUNAN STADION YANG REPSESENTATIF

Walaupun sebagai orang awam dalam masalah persepakbolaan, akan tetapi tiada salahnya saya berpendapat mengenai fasilitas olahraga sepakbola saat ini. Bagaimana tidak, semalam saja saat pertandingan Timnas U 19 dengan Persiba mendadak dihentikan hanya karena padam listrik. Peristiwa semacam ini amat sering terjadi saat-saat pertandingan krusial terjadi. Belum lagi jika terjadi hujan, kerap pertandingan ditunda atau bahkan dihentikan karena lapangan tergenang air. Saya memaklumi jika lapangan itu dipakai untuk pertandingan sepakbola antar kampung (Tarkam). Tapi lapangan sekelas lapangan Bung Karno yang katanya lapangan kebanggaan bangsa, ini tidak bisa dimaklumi. Terlebih jika pertandingan itu adalah pertandingan internasional yang berpengaruh terhadap harga diri bangsa. PSSI perlu terus berbenah bukan hanya pada sumberdaya pengurusnya saja akan tetapi PSSI perlu terus melobi stakeholder baik pemerintah maupun swasta dalam perbaikan fasilitas lapangan untuk menjamin kenyamanan pemain dalam bertanding. Jika perlu PSSI terus berkoordinasi dengan DPR,DPRD serta pemeritah Pusat dan Daerah dalam mewujudkan pembangunan lapangan sepakbola yang representatif di tiap daerah. Kita memaklumi tidak semua daerah mampu untuk membangun stadion yag memenuhi standar Internasional. Akan tetapi dari 33 propinsi yang ada paling tidak 60 persen saja dapat mewujudkan impian para pecinta olahraga sepakbola tersebut,  saya kira itu sudah cukup membanggakan. Karena salah dua komponen yang berpengaruh terhadap prestasi sepakbola selain kesejahteraan pemain, pembinaan pemain muda, pertandingan ujicoba selalu dilaksanakan secara konprehensif dan yang turut menentukan juga adalah lapangan yang benar-benar berstandar internasional serta fasiitas pendukung stadion yang memadai.