Perikanan/Pertanian/Perkebunan

Cari Blog Ini

Rabu, 19 Oktober 2011

SILATURAHIM WARGA PASUNDAN

Acara Halal Bil Halal PASSS 2011

            Menjaga silaturahim untuk mempererat persaudaraan adalah perintah Al-qur’an dan Al-Hadits, sehingga sebagai warga pasundan harus tetap menjaga silaturahim walaupun sedang merantau di negeri orang, dan menjaga silaturahim bukan hanya terbatas antar warga sunda saja akan tetapi sesuai perintahanNya manusia wajib menjalin silaturahim dengan berbagai golongan, suku, agama dan ras, hal itu diungkapkan  ketua Paguyuban Warga Pasundan Sumatera Selatan (PASSS)  DR,Ir.H Dodi Supriadi,M.Sc.,saat membuka Halal Bil Halal PASSS hari rabu  kemarin (19/11) di Hotel Royal Asia Palembang. Mantan Kelapa Dinas Kehutanan Prop. Sumsel ini selanjutnya berpesan agar warga pasundan di Sumsel agar terus mengikuti kegiatan silaturahim, karena kegiatan ini rutin digelar.
Silaturahim yang bertema “ Halal Bil Halal dan Tepang Sono PaguyubanWarga Pasundan Sumatera Selatan (PASSS) tahun 1432 H/2011 M” tersebut dihadiri oleh 500 lebih warga sunda serta tokoh-tokoh sunda di seluruh Sumatera Selatan, yang terdiri dari para pengurus PASSS tingkat kabupaten /kota di Sumsel dan tokoh sunda yang datang langsung dari Jakarta dan Bandung.
Pada kesempatan tersebut penasehat PASS, Irjen (Pol) DR.Dikdik Mulyana ,SH,M.Si. dalam sambutannya mengatakan, bahwa kesempatan ini adalah moment yang baik, dimana pada waktu yang sangat dekat Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah  Sea Games, sehingga warga sunda diharapkan dapat turut serta mensukseskan kegiatan akbar tersebut. Selanjutnya Pria yang sekarang menjabat Kapolda Sumsel tersebut  menjelaskan bahwa silaturahim ini agar terus dijadikan ajang saling tukar informasi  dan tepang sono (temu kangen) antar  warga sunda sehingga antar warga sunda tidak pareumeun obor (putus silaturahim). Pria yang pandai melontarkan Alqur’an dan hadits dalam setiap pidatonya tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan berdampak bagi kesinambungan silaturahim warga sunda untuk berperan serta dalam pembangunan  Sumatera Selatan. Dikdik  berharap kegiatan ini jangan sampai menjadi kegiatan yang mubazir, karena kegiatan ini memakai  waragad (biaya)  yang tidak sedikit serta waktu yang tersita. Diakhir sambutannya pria kelahiran Limbangan Garut tersebut berpesan agar warga Sunda hendaknya terus memelihara sikap yang diajarkan oleh karuhun (nenek moyang), dimana orang sunda mempunyai tabiat Labu, Ngareuy mapay areuy (merambat mengikuti kemana arah lanjaran), kiasan ini diartikan bahwa pohon labu walau akarnya ada di satu titik tempat akan tetapi pohonnya selalu mengikuti arah lanjaran ke sembarang  tempat, dan disetiap tempat selalu memberikan buah yang bermanfaat. Sehingga menurutnya, orang sunda hendaknya dapat  memberikan manfaat dan kemasyalahatan bagi masyarakat dimana dia berada tetapi tetap tidak melupakan asal muasalnya sebagai warga pasundan.
Puncak acara disi oleh tausyiah agama, yang disampaikan oleh KH..Drs.Habib Ali Umar Al-Hasybi.MA.,dalam ceramahnya beliau mengatakan pentingnya silaturahim sesuai yang telah diajarkan nabi kepada kita dengan pelbagai suri tauladan yang diberikan nabi kepada kita semua  imbuhnya, dan Hasybi mencontohkan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa Nabi memimpin keluarga, umat dan banga  Arab kala itu. Pria keturunan Arab dan berdomisili di Bandung tersebut pada akhir tausiyahnya mengatakan bahwa silaturahim adalah salah satu perwujudan syukur nikmat yang diberikan Alloh kepada kita agar kita menjadi umat yang tidak takabur, dan hendaknya umat muslim tetap tawadlu, Qona’ah serta berkhusnuzhon (berprasangka baik) terhadap Alloh dan manusia.
Setelah tausyiah acara dilanjutkan malam hiburan yang bertajuk “Tepang Sono” dipandu oleh MC sekaligus pemandu Kuis "Siapa Dia", Aom Kusman. Pria yang sampai saat ini aktif mengisi acara-acara di radio dan televisi ini memandu dengan gaya khasnya serta melontarkan joki-joki yang lucu, sehingga membuat para hadirin terpingkal-pingkal. Walaupun pria yang sudah gaek serta mengalami penyakit diabetes tersebut masih tetap membawakan acara dengan enerjik sehingga membuat para hadirin terhibur.
Selain tari-tarian dan kesenian rampak sekar yang langsung didatangkan dari Bandung tersebut, acara dimeriahkan juga oleh Ermi Kullit artis ibukota yang top di tahun 80-an , dengan menyanyikan lagu-lagu hitsnya kala itu. Wanita yang setelah muallaf bernama Ermi Mariam Nurjannah Kullit tersebut menyanyikan empat buah lagu berturut-turut, membuat para hadirin terhanyut oleh tembang masa lalu, dan Ermi mengakhiri lagunya dengan lantunan lagu Oh Tuhan, yang membuat hadirin terbuai mendengarkannya. Nyanyian-demi nyanyian berlangsung meriah yang dibawakan oleh para hadirin yang dilantunkan secara bergilir. Acara berlangsung meriah dan dipandu oleh Aom Kusman sampai acara berakhir pukul 01.00 WIB.
Malam Hiburan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar